Sabtu, 11 Agustus 2018

Mobil suzuki ertiga kurang tenaga pemasaran

Penjualan mobil suzuki ertiga semakin merosot karena kurang handalnya tenaga pemasaran pihak pabrikan mobil suzuki. Coba bandingkan dengan kendaraan sejenis yang tetap memperoleh rating tingi di masyarakat.

Secara umum angka penjualan mobil suzuki ertiga ini hanya unggul di awal awal munculnya saja, hal ini terbukti saat pembelian mobil ertiga baru sempat terjadi pembelian sistem inden karena tingginya minat masyarakat waktu itu.



Rupanya jika dilihat dari sisi penjualan dimensi lain, seperti penjualan mobil suzuki ertiga bekas juga tidak jauh berbeda dengan minat masyarakat terhadap mobil ertiga baru, karena mobil ini juga sepi peminat. Sehingga pihak pedagang mobkas biasanya akan menawar jauh lebih rendah jika mereka mau menampungnya. Namun anehnya harga ertiga bekas masih tetap stabil tinggi.

Padahal secara umum mesin dan performa mobil suzuki ertiga tidak kalah dengan mobil mobil produk MPV sejenis seperti mobil toyota avanza misalnya yang hingga saat ini masih tetap laris manis.

Demikian juga dengan harga xenia bekas yang tetap stabil, bahkan penjualan mobil xenia baru maupun bekas juga tidak mengecewakan. Dapat dibilang mobil sejuta umat avanza xenia selalu dekat di masyarakat. bagi mereka jika mau membeli mobil keluarga yang mempunyai daya muat besar yang tentunya hanya xenia avanza. Mobil suzuki ertiga bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Sungguh ironis memang.

Mengapa penjualan mobil suzuki ertiga merosot terus pada beberapa tahun belakangan ini, dan bahkan penjualan mobil suzuki ertiga bekas juga sepi karena masyarakat lebih memilih avanza xenia. Tentunya hal ini menurut saya berhubungan dengan tenaga pemasaran suzuki yang kurang dapat mengerti kemauan pasar.

Dan pada kenyataannya strategi tenaga pemasaran suzuki hanya menang di gebrakan awal saja, buktinya tidak hanya menimpa mobil suzuki ertiga saja. Anda bisa lihat penjualan mobil suzuki APV yang juga bernasib serupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda berkomentar yang baik

Google+ Followers